AHLUS SUNNAH
VS
ASY’ARIYYAH

PERIHAL / MAS’ALAH

AHLUS SUNNAH

ASY’ARIYYAH / KULLABIYYAH*Ø

1}. Sumber Hukum

(mashdar talaqqi)

Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijma’ Salafushshaleh

Akal/Logika/Rasio

2}. Istilah Ilmu Tauhid

– Tauhid

– Aqidah/I’tiqad/Aqa’id

– Iman

– Sunnah

– Syari’ah

– Ilmu Kalam

– Filsafat

– Tasawwuf

– Ilahiyyat

– Metafisika

3}. Makna Tauhid

Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma’ wa Shifat

Menafikan sekutu/bilangan serta menafikan bagian/susunan

4}. Iman

Pengakuan hati, ucapan lisan dan perbuatan anggota badan.

Bertambah dengan keta’atan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Pembenaran dengan hati (saja).

5.} Makna Laa ilaaha illallah

“Tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah.”

“Tidak ada tuhan selain Allah”

6}. Al-Qur’an

Kalamullah bukan makhluk.

– Sebuah makna yang dipahami Jibril dan terpisah dari Dzat Allah. (Al-Baqilani)

 

– Al-Qur’an bersifat qadim dan tidak diciptakan. (Al-Ghazali)

 

– Kalamullah yang qadim.

7}. Asma’ Wa Shifat

(Nama dan Sifat Allah)

– Landasan intinya adalah Dalil Naqli.

 

– Beriman kepada sifat-sifat yang Allah sandangkan pada diri-Nya dan apa yang Allah menamakan diri-Nya dengannya di dalam Kitab-Nya (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya sandangkan pada-Nya tanpa tahrif (merubah), ta’thil (mengingkari), takyif (bagaimananya) dan tamtsil (seperti apa).

– Dalil aqli/ akal dalam menetapkan dan menafikan sifa-sifat Allah.

 

– Hasil daya nalar (kesimpulan) akal adalah sesuatu yang positif.

 

– Jika ia (akal) mengharuskan menetapkan sifat, maka kami

menetapkannya, dan jika tidak, maka kami menafikannya.

 

– Ayat-ayat sifat Allah harus ditakwil.*Ù

8}. Definisi Ahlus Sunnah

Wal Jama’ah

“Mereka yang menempuh jalan seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah T dan para Sahabatnya Z dalam ilmu, I’tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan.”

“apa-apa yang datang dari Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansyur Al-Maturidi dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka berdua.”

Footnote:

ØAl-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah membid’ahkan Ibnu Kullab yang merupakan pendiri sebenarnya dari madzhab Asy’ariyyah. (Majalah Al-Furqon edisi 7 Thn ke-5, Madzhab Asy-ariyyah Ahlu sunnahkah?)
ÙTakwil yang tercela yakni penyelewengan kata-kata dari zahirnya, yang hakikatnya adalah tahrif (merubah makna).

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh ; TB. AMSAKA
toko buku islam dan obat herbal
KANDANGAN (ABU ‘ABDUL ‘AZIZ)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s